Set (dewa)
Set (juga ditulis
Seth,
Setesh,
Sutekh,
Setekh atau
Suty) adalah
dewa gurun,
badai, dan orang asing dalam
agama Mesir kuno. Dalam mitos selanjutnya ia juga adalah dewa
kegelapan, dan
kekacauan. Di
Yunani kuno, nama dewa ini disebut
Σήθ (
Seth). Dalam mitologi Mesir kuno, Set digambarkan sebagai pemberontak perebut kekuasaan yang membunuh dan memotong-motong jenazah
Osiris, saudaranya sendiri.
Isis, istri Osiris mengumpulkan dan menyatukan jenazah Osiris.
Horus, putra Osiris menuntut balas kepada Set, dan pertempuran antara mereka menjadi tema yang populer dalam mitologi Mesir.
Asal mula
Makna nama
Set tidak diketahui, melalui pseudo-etimologi
diduga bahwa bangsa Mesir kuno mengaitkan tiga makna kepada nama ini:
penyebab kebingungan, pelaku desersi, dan pemabuk. Direkonstruksi
mungkin aslinya dieja *
Sūtaḫ berdasarkan penyebutan namanya di
hiroglif Mesir (
swtḫ), dan kemudian disebutkan dalam naskah ber
bahasa koptik sebagai
Sēt.
[1]
Hewan Set
Dalam
Kesenian Mesir kuno, Set digambarkan sebagai hewan yang langsing dan anggun, dijuluki oleh
Egyptolog sebagai
Hewan Set atau
Binatang Topan. Binatang Topan ini memiliki moncong yang melengkung, telinga persegi, ekor seperti garpu, dan tubuh seperti
anjing;
kadang digambarkan sebagai manusia berkepala hewan Set ini. Hewan ini
tidak mirip hewan yang ada; tetapi diduga merupakan hewan mitos paduan
aardvark,
keledai,
jakal, atau
serigala. Beberapa ahli Mesir awal menduga bahwa hewan ini merupakan perwujudan
jerapah,
karena 'tanduk' tumpulnya mirip tanduk osikon jerapah. Akan tetapi
orang Mesir juga membedakan antara gambar jerapah dengan hewan set. Pada
periode berikutnya set digambarkan sebagai keledai atau manusia
berkepala keledai.
[2]
Penggambaran paling awal hewan set muncul di gambar pada dinding
makam Naqada I dari kurun Pradinasti (3790 SM–3500 SM), meskipun
identifikasinya tidak jelas. Gambar hewan set juga muncul di ujung
kepala tongkat upacara raja Kalajengking, penguasa Protodinasti. Kepala
dan ekornya yang bercabang nampak jelas.
[3]
Perseteruan antara Horus dan Set
Dalam mitologi di Heliopolis, Set dilahirkan dari perkawinan antara dewi langit
Nut dan dewa bumi
Geb. Saudari kembar sekaligus istri Set adalah
Nephthys. Nut dan Geb juga melahirkan anak kembar laki-laki dan permpuan lainnya yang menjadi pasangan suci:
Osiris dan
Isis, yang memiliki putra
Horus.
Mitos mengenai perseteruan antara Set dan Horus, Osiris, dan Isis
muncul dalam banyak sumber di Mesir, termasuk naskah piramida, naskah
peti mati, dan batu Shabaka di dinding kuil Horus di
Edfu, dan berbagai sumber naskah
papirus.
Papirus Chester Beatty No. 1 mengandung legenda mengenai persaingan
antara Horus dan Set. Penulis sastra klasik juga mencatat legenda ini,
terutama
De Iside et Osiride karya
Plutarch.
[4]
Mitologi Mesir umumnya menggambarkan Osiris sebagai raja yang adil dan bijaksana, pembawa
peradaban,
dan menikmati rumahtangga yang bahagia bersama istrinya, Isis, yang
juga adalah saudari kandungnya. Set yang iri hati atas kebahagiaan
saudaranya menyusun rencana jahat untuk menggulingkan Osiris. Ia
membunuh dan me
mutilasi
jenazah Osiris yang dibuang dan disebarkan di berbagai pelosok dunia
yang jauh. Dengan susah payah Isis berkelana dan mengumpulkan potongan
jenazah suaminya, menyatukannya, membalsemnya, dan menjadikan Osiris
sebagai
mumi pertama, suatu contoh bagi tradisi pemakaman Mesir kuno. Osiris kemudian beralih berkuasa di
dunia bawah yaitu di alam kematian. Dari persetubuhannya dengan mumi Osiris, Isis mendapatkan anak yang bernama
Horus.
Tentu saja Horus adalah musuh Set yang menuntut balas atas pembunuhan
ayahnya. Horus memerangi Set, dan Egyptolog mereka ulang kembali
pertempuran ini dengan menyebutkan Set menusuk mata kiri Horus,
sementara Horus membalasnya dengan
mengebiri
Set. Rujukan mengenai mata dan testis ini mungkin bermakna konotatif,
artinya merujuk pada perbuatan jahat Set yang melakukan perundungan
seksual atas Horus dengan berusaha memperkosa Horus muda, semetara Horus
melindungi dirinya dengan menepis sperma Set, suatu tindakan yang
dianggap merebut keperkasaan Set.
[5]
Orang Mesir kemudian menafsirkan pertarungan antara Set dan
Osiris-Horus merupakan analogi pertarungan antara gurun (dilambangkan
dengan Set) dan banjir yang menyuburkan
sungai Nil (diwujudkan dengan Osiris atau Horus).
Pelindung Ra
Set digambarkan berdiri di bahtera Ra pada malam hari menombaki
Apep yang berwujud ular,
kura-kura, dan berbagai hewan air berbahaya lainnya. Pada periode akhir Mesir, misalnya pada masa pendudukan
Persia atas Mesir, di kuil
Hibis dan
oase Khargah, Set digambarkan dalam peran ini dengan berkepala rajawali, meniru wujud Horus. Dalam
Amduat Set digambarkan berperan penting dalam menaklukan
Apep, dewa kejahatan berwujud ular.